Sering kosongnya stok BBM bersubsidi di SPBU–lebih tepatnya APMS– Pagimana terus menjadi sorotan masyarakat. Di tengah keluhan warga yang kesulitan memperoleh BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar), kini berkembang berbagai dugaan mengenai penyebab cepat habisnya pasokan BBM tersebut.
Kasak-kusuk itu ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebelumnya warga mengeluhkan dua mobil tangki Pertalite yang tiba pada sore hari disebut telah habis pada keesokan paginya. Kondisi yang disebut berulang itu memunculkan pertanyaan mengenai distribusi BBM bersubsidi di wilayah Pagimana.
Dalam kolom komentar media sosial, sejumlah warganet menyebut yang sering kosong bukan hanya Pertalite, tetapi juga Solar subsidi. “Yang sering kosong bukan cuma Pertalite, Solar juga,” tulis seorang warganet.
Komentar lain yang diunggah akun Keluargakecilku Yanti Yanti bahkan menduga BBM yang masuk ke APMS Pagimana disalurkan ke luar peruntukannya.
“Ini minyak yang bikin susah torang di Pagimana. Masuk dua tangki cuma berapa jam saja dijual dorang bilang so habis. Yang parahnya lagi ini minyak dibawa di perusahaan nikel di Siuna. Ada juga yang dorang kirim ke pulau-pulau, padahal itu bukan haknya orang pulau torang pe minyak,” tulis akun tersebut.
