Komentar itu juga menyebut adanya dugaan penjualan BBM ke wilayah lain dengan harga lebih tinggi. Namun, seluruh pernyataan tersebut merupakan klaim warganet yang belum dapat diverifikasi kebenarannya.
Sejumlah komentar lainnya juga mempertanyakan transparansi distribusi BBM bersubsidi di APMS Pagimana. Mereka berharap PT Pertamina Patra Niaga bersama instansi terkait melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyaluran Pertalite dan Solar berlangsung sesuai ketentuan.
Hingga saat ini belum terdapat bukti maupun keterangan resmi yang membenarkan dugaan bahwa BBM bersubsidi dari APMS Pagimana, khusunya jenis solar disalurkan ke perusahaan tambang nikel maupun ke wilayah lain di luar peruntukannya.
Masyarakat berharap PT Pertamina Patra Niaga segera melakukan audit distribusi BBM bersubsidi di APMS Pagimana. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penyaluran Pertalite dan Solar berjalan sesuai aturan sekaligus menjawab keresahan warga yang selama ini kesulitan memperoleh BBM.
Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima BANGGAIPOST pada Sabtu (1/8/2026), kondisi penyaluran BBM di APMS Pagimana mulai berangsur normal. Sejumlah warga melaporkan Pertalite masih tersedia hingga pagi hari, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang disebut kerap habis dalam waktu singkat setelah pasokan tiba.
