Oleh : Bahris Hi. Sudding*
Sayangnya, sampai saat ini menurut pengamatan penulis program-program Dinas Dikpora hanya berkutat pada rutinitas biasa dengan kegiatan-kegiatan biasa pula yang bersifat normatif, jauh dari kategori sebuah gebrakan yang merubah secara fundamental,”
HAMPIR satu abad pemuda Indonesia berikrar SATU Tanah Air, Satu Bahasa, Satu Bangsa INDONESIA. Ikrar itu bermakna dalam, kontekstual dan komprehensif karena didalamnya inklut semua semangat pemuda untuk mengambil andil dalam pembangunan bangsa. Karena posisi pemuda disadari oleh para _founding fathers_ kita begitu penting dalam menentukan masa depan Indonesia.
Pertanyanya kini, masih adakah kesadaran urgensif peran pemuda itu ? Catatan ini sekedar meninjau problematika generasi muda milenial di tengah kehidupan sosial masyarakat Banggai Laut hari-hari ini dalam rangka menyongsong peringatan hari Sumpah Pemuda ke 92 tahun.

