BANGGAIPOST, PAGIMANA – Kondisi fasilitas kesehatan di Desa Samajaten Kecamatan Pagimana menuai sorotan. Bangunan Polindes (Pondok Bersalin Desa) yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak, kini justru tampak memprihatinkan dan jauh dari kata layak.

Berdasarkan informasi yang diterima BANGGAIPOST menyebutkan, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan serius. Atap terlihat lapuk dan berlubang, bahkan berpotensi ambruk. Dinding luar maupun dalam tampak mengelupas, lembab, serta sebagian sudah rusak hingga memperlihatkan struktur bata.
Tak hanya itu, kondisi pintu dan jendela juga sudah tidak layak pakai. Kayu yang digunakan tampak keropos dan hanya ditambal seadanya. Sementara itu, fasilitas sanitasi seperti kamar mandi terlihat kotor dan tidak memenuhi standar kebersihan fasilitas kesehatan.
“Ini tempat pelayanan kesehatan, tapi kondisinya seperti rumah yang tidak terurus. Kami khawatir kalau ada pasien, apalagi ibu hamil,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai, kondisi tersebut mencerminkan kurangnya perhatian terhadap fasilitas kesehatan di tingkat desa. Padahal, Polindes memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan dasar, terutama bagi masyarakat yang jauh dari pusat layanan kesehatan.
Selain faktor kenyamanan, kondisi bangunan yang rusak juga dinilai membahayakan keselamatan tenaga kesehatan maupun pasien. Apalagi, beberapa bagian atap dan plafon sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan berat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya instansi terkait, segera turun tangan melakukan perbaikan maupun rehabilitasi bangunan. Mereka menilai, pembiaran kondisi seperti ini berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kesehatan di desa.
“Jangan tunggu ada kejadian baru diperbaiki. Ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan Polindes di Desa Samajaten.(Alin)












