Pengamat menilai, dalam politik Indonesia, simbol-simbol kedekatan seperti pelukan, kebersamaan dalam satu forum, hingga pertemuan informal sering kali menjadi awal dari komunikasi politik yang lebih serius. Meski tidak selalu berujung pada koalisi, gestur semacam itu hampir selalu menarik perhatian publik.
Spekulasi kemudian berkembang ke arah Pilgub Sulawesi Tengah 2030.
Nama Hadianto Rasyid disebut-sebut sebagai salah satu figur yang berpotensi meramaikan kontestasi. Dengan basis dukungan yang kuat di Kota Palu dan sejumlah wilayah lainnya, peluang Hadianto untuk naik ke level provinsi dinilai cukup terbuka apabila mendapat dukungan koalisi partai besar.
Di sisi lain, Golkar melalui pengaruh Muhidin Mohamad Said dinilai masih menjadi salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan dalam menentukan arah koalisi. Jika kedekatan keduanya terus terjaga, bukan tidak mungkin muncul poros politik baru menjelang Pilgub mendatang.
Berbagai skenario pun mulai bermunculan. Ada yang memprediksi Golkar akan menjadi salah satu partai pengusung Hadianto apabila ia maju sebagai calon gubernur. Ada pula yang berspekulasi Hadianto dapat membangun komunikasi politik yang lebih luas, termasuk dengan petahana Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, sehingga melahirkan konfigurasi koalisi yang berbeda.
