Berbagai skenario pun mulai bermunculan. Ada yang memprediksi Golkar akan menjadi salah satu partai pengusung Hadianto apabila ia maju sebagai calon gubernur. Ada pula yang berspekulasi Hadianto dapat membangun komunikasi politik yang lebih luas, termasuk dengan petahana Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, sehingga melahirkan konfigurasi koalisi yang berbeda.
Meski demikian, hingga kini seluruh pembahasan tersebut masih berada pada tataran spekulasi politik. Belum ada pernyataan resmi dari Hadianto Rasyid, Muhidin Mohamad Said maupun Partai Golkar mengenai arah dukungan atau rencana menghadapi Pilgub Sulawesi Tengah 2030.
Namun satu hal yang sulit dibantah, video pelukan hangat antara Muhidin dan Hadianto berhasil memantik diskusi publik. Di dunia politik, sebuah gestur sederhana kerap dimaknai lebih dari sekadar sapaan. Ia bisa menjadi simbol persahabatan, komunikasi, hingga kemungkinan lahirnya peta koalisi baru pada kontestasi politik yang akan datang.(Alin)
