Berita Utama

Menunggu Harapan di Polindes yang Terlupakan

Selama sekitar 15 tahun, Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Samajatem, Kecamatan Pagimana, dibiarkan dalam kondisi rusak dan tak berfungsi, memaksa warga mencari layanan kesehatan ke tempat yang lebih jauh, sekaligus menyoroti minimnya perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tingkat desa.

Laporan: Parlin Yusuf,
Banggai Post


Di sudut Desa Samajatem, Kecamatan Pagimana, berdiri sebuah bangunan yang dulu menjadi tumpuan harapan banyak orang. Pondok Bersalin Desa (Polindes) itu kini tampak sunyi. Cat dindingnya memudar, retakan menjalar di beberapa sisi, dan atap yang bocor seolah bercerita tentang waktu yang berjalan tanpa perhatian.

Sudah sekitar 15 tahun, bangunan ini dibiarkan tanpa perbaikan berarti.

Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya bangunan tua yang tak terawat. Namun bagi warga Samajatem, Polindes ini pernah menjadi tempat yang begitu penting—tempat ibu melahirkan, anak-anak mendapatkan layanan kesehatan pertama, dan warga mencari pertolongan saat sakit.

Kini, fungsi itu nyaris hilang.

“Kalau mau berobat atau melahirkan, kami harus ke tempat lain yang lebih jauh,” ujar seorang warga, pelan. Jarak yang harus ditempuh bukan hanya soal waktu, tetapi juga biaya dan risiko, terutama ketika kondisi darurat datang tanpa peringatan.

Bagikan: