Jiwa akan mengejawantahkan kedalam kegiatan. Kinerja, dan inisiatif akan bermakna, bila diintegrasikan dengan semangat kebersamaan yang dalam bahasa daerah lebih populer disebut Budaya “Mosa’angu”. Hal yang paling penting dan arif untuk kita lakukan adalah belajar dari masa lalu, untuk kemudian mendesain strategi, dalam hal merancang masa depan “ Experience is the best teacher”.
a. Konsep pengembangan
Dalam konsep pengembangan, penulis enggan meretas pandangan secara teoritis tentang migas yang sangat diandalkan itu. Yang paling urgent dalam konsep kekinian adalah, upaya menggali dan memanfaatkan ruang Sumber Daya non Migas ditengah arus industrialisasi (Membaca Peluang). Disana masih banyak potensi yang selama ini belum terjamah bahkan nyaris ditinggalkan.
Sektor Pertanian, Perkebunan,peternakan, Pariwisata, Perikanan dan kelautan cukup besar. Melihat potensi Sumber Daya Alam yang demikian itu, maka tidak logis jika masih banyak masyarakat Banggai hidup dalam garis Kemiskinan.
Untuk itu pendekatan yang perlu dilakukan adalah merujuk pada aspek yang mengedepankan potensi dan kompetensi lokal.
