Oleh: Arry N. Lamondjong, M.Si.
– Konsultan Bidang Pemerintahan di Sejumlah Kementerian/Lembaga
– Manajer Perencanaan Program dan Riset LENSA BANGGAI
– Sebagai anggota dari OASHE Grup
Reformasi Birokrasi merupakan tuntutan yang perlu dipenuhi dalam rangka memastikan terciptanya perbaikan tata kelola pemerintahan. Penerapan reformasi birokrasi yang saat ini telah memasuki periode terakhir dari grand design tahun 2010 – 2025, diharapkan menghasilkan karakter birokrasi berkelas dunia (world class bureaucracy).
Karakter birokrasi kelas global itu dicirikan dengan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan tata kelola yang semakin efektif dan efisien. Salah satu hal baru dalam periode RB tahap III tahun 2020 – 2024, yakni lebih menekankan pada hal-hal yang bersifat implementatif dibandingkan dengan formalitas belaka, serta penyusunan strategi yang diarahkan untuk menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan.
Salah satu contoh dari ciri pemerintahan berkelas dunia yakni mampu mengintegrasikan mode pelayanan publik menggunakan teknologi berbasis Artificial Intelegence (AI), misalnya diterapkan pada meja bantuan di unit pelayanan, analisis pengaduan pelayanan, mengarahkan pengaduan ke instansi yang dituju. Bahkan menjawab pengaduan.
Hal ini tidak hanya menggantikan infrastruktur pelayanan publik, tetapi yang lebih inti dari penerapan teknologi AI adalah kemampuan mendeteksi secara tepat yang dibutuhkan masyarakat dalam pelayanan.
