Editorial

Kolam yang Menertawakan Rakyat

Kalaupun air mengalir, persoalan belum selesai. Keluhan mengenai kualitas air masih terus terdengar. Air yang keruh, bercampur pasir, bahkan berubah kecokelatan saat musim hujan menjadi pengalaman yang tidak asing bagi sebagian pelanggan.

Ironinya, semua itu terjadi di ibu kota kabupaten. Kontras inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan. Apa yang lebih mendesak bagi masyarakat hari ini? Kolam renang, atau air bersih? Tentu jawabannya bukan berarti daerah tidak boleh membangun fasilitas olahraga. Yang dipersoalkan adalah urutan prioritas.

Sebab pembangunan pada hakikatnya bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, melainkan menyelesaikan persoalan yang paling dirasakan masyarakat.

Sulit membayangkan seorang ibu yang setiap hari menunggu air mengalir ke rumahnya merasa terhibur oleh kabar pembangunan kolam renang bernilai puluhan miliar rupiah.

Sulit pula berharap masyarakat yang masih membeli air bersih dapat melihat proyek tersebut sebagai simbol keberhasilan pembangunan.

Bukan karena mereka menolak olahraga. Melainkan karena kebutuhan mereka jauh lebih mendasar. Air bersih bukan fasilitas tambahan. Air adalah kebutuhan hidup. Air menentukan kesehatan keluarga. Air menentukan kualitas sanitasi. Air menentukan kualitas hidup masyarakat.

Bagikan: