Editorial

Kolam yang Menertawakan Rakyat

Air bersih bukan proyek mercusuar. Air bersih bukan bangunan yang mudah dipamerkan dalam foto peresmian. Tidak ada pita yang dipotong setiap kali air mengalir dari keran warga. Namun justru di situlah letak ukuran sesungguhnya sebuah pembangunan.

Sejarah sering kali tidak mengingat pemerintah dari seberapa megah fasilitas yang dibangun, melainkan dari seberapa banyak persoalan dasar rakyat yang berhasil diselesaikan.

Karena itu, selama masih ada warga Luwuk yang kesulitan memperoleh air bersih, selama itu pula setiap tetes air yang mengisi kolam renang akan menghadirkan ironi yang sulit diabaikan. Bukan karena kolam renang itu salah, melainkan karena kontrasnya terlalu nyata. Di mata mereka yang masih menunggu air mengalir di rumahnya, kolam itu akan tampak seolah-olah sedang menertawakan rakyat.(*)

Bagikan: