BANGGAIPOST PAGIMANA – Warga yang tinggal di kawasan pesisir Pantai Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, kembali mengeluhkan banjir rob yang terus merendam permukiman mereka setiap kali air laut pasang.
Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan terus berulang hampir setiap musim cuaca buruk. Namun hingga kini, warga menilai belum ada langkah penanganan serius dari pemerintah maupun instansi terkait untuk mengatasi persoalan tersebut.
Saat gelombang tinggi dan air laut pasang, genangan tidak hanya menutup akses jalan setapak warga, tetapi juga masuk hingga ke dalam rumah-rumah yang berada di bibir pantai. Warga khawatir kondisi itu dapat mempercepat kerusakan bangunan serta mengancam keselamatan masyarakat pesisir.
Salah satu warga, Pardi Ente, meminta pemerintah daerah segera turun tangan dan tidak lagi membiarkan masyarakat menghadapi ancaman banjir rob serta abrasi pantai setiap tahun.
Menurutnya, warga sudah lama berharap adanya pembangunan tanggul penahan ombak di sepanjang pesisir desa untuk mengurangi dampak gelombang pasang yang terus terjadi.
“Kalau air pasang besar, air naik sampai ke rumah-rumah warga. Kami berharap pemerintah segera membangun tanggul karena kondisi ini sudah lama terjadi,” ujarnya, Sabtu (23/5).
Warga mengusulkan pembangunan tanggul penahan ombak sepanjang kurang lebih 300 meter di titik pesisir yang paling terdampak abrasi dan banjir rob. Mereka menilai keberadaan tanggul sangat penting untuk melindungi permukiman masyarakat sekaligus mencegah kerusakan pantai semakin meluas.
Selain mengganggu aktivitas warga, banjir rob juga dikhawatirkan dapat mengikis daratan di sekitar permukiman jika tidak segera ditangani. Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan dan merealisasikan pembangunan tanggul sebelum kondisi semakin parah.(alin)












