Berita Utama

Kasus Kredit Pra-Pensiun Meluas, Pensiunan Pol PP Klaim Punya Utang Rp164 Juta yang Tak Pernah Diajukan

“Sudah satu bulan kami bolak-balik mau ketemu kepala BPD, tidak pernah ketemu. Bahkan sering tidak ada di tempat. Pernah ketemu satu kali, tapi dia hanya meminta nomor rekening asli. Setelah nomor rekening diberikan, sampai sekarang tidak ada itikad baik atau kejelasan,” keluhnya.

Menurut Rusmiati, persoalan tersebut kemudian berdampak pada aktivitas perbankan suaminya. Ia mengaku Abdul Qadir mengalami kendala ketika hendak melakukan transaksi maupun mengurus fasilitas perbankan di bank lain.

Hal itu, menurut dia, berkaitan dengan adanya data pinjaman yang masih tercatat atas nama suaminya. Kondisi tersebut semakin membuat keluarga mempertanyakan asal-usul kredit Rp164 juta tersebut.

Mereka ingin mengetahui secara jelas kapan kredit diajukan, siapa yang mengajukan, dokumen apa yang digunakan, siapa yang menandatangani, bagaimana proses persetujuannya, serta ke mana dana kredit tersebut dicairkan.

Di tengah persoalan yang dialami keluarganya, Rusmiati juga mengungkap informasi lain. Ia mengaku mengetahui adanya sejumlah ASN yang disebut mengalami persoalan serupa terkait kredit pra-pensiun.

“Banyak ASN yang alami hal serupa, hanya saja mungkin mereka takut bersuara,” katanya.

Bagikan: