Berita Utama

The Guardian of Tompotika: Jangan Biarkan Nenek Igo Berjuang Sendiri

Jika tekanan terhadap kawasan pertanian dan sumber air tidak dikelola secara cermat, masyarakat menghadapi risiko berkurangnya ruang produksi pangan. Situasi itu juga memunculkan pertanyaan mengenai keselarasan antara ekspansi pertambangan dan kebijakan pemerintah yang mendorong swasembada pangan.

Selain air dan lahan pertanian, hutan Tompotika menyediakan berbagai hasil hutan bukan kayu, seperti madu hutan, getah damar, dan rotan. Bagi masyarakat yang menggantungkan sebagian penghidupannya pada sumber daya tersebut, perubahan kondisi hutan berpotensi memengaruhi pendapatan dan keberlanjutan mata pencaharian.

Dampak yang perlu diperhitungkan tidak berhenti pada hilangnya tutupan vegetasi. Perubahan bentang alam dapat memengaruhi hubungan antara masyarakat, sumber penghidupan, dan lingkungan yang menopang kehidupan mereka.

Maleo dan Potensi Wisata Tompotika

Kekhawatiran terhadap masa depan Tompotika juga menyentuh aspek keanekaragaman hayati.

Kawasan Sampaka dan lokasi bertelur di Desa Taima disebut memiliki keterkaitan dengan habitat burung Maleo, satwa endemik Sulawesi yang membutuhkan kondisi habitat tertentu untuk mempertahankan populasinya.

Perubahan tutupan lahan, gangguan habitat, dan aktivitas manusia di sekitar lokasi penting bagi satwa tersebut perlu menjadi perhatian dalam penilaian dampak lingkungan.

Bagikan: