Berita Utama

The Guardian of Tompotika: Jangan Biarkan Nenek Igo Berjuang Sendiri

Dalam pemaparannya, Munawir menyebut luas IUP nikel di Bualemo mencapai sekitar 11.568 hektare, dengan kurang lebih 81 persen kawasan hutan masuk dalam cakupan izin. Ia juga menyebut terdapat 10 perusahaan tambang nikel, beberapa di antaranya telah beroperasi, termasuk ABM, BPSP, dan Banggai Mandiri Pratama.

Menurut pemaparannya, potensi dampak kegiatan pertambangan dapat menjangkau 14 dari 20 desa di Kecamatan Bualemo.

Terdapat selisih angka luas konsesi antara data JATAM dan paparan Munawir. Perbedaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut berdasarkan sumber data, periode pemetaan, dan batas wilayah konsesi yang digunakan.

Meski demikian, kedua paparan itu mengarah pada persoalan yang sama: luasnya wilayah perizinan pertambangan memunculkan pertanyaan tentang masa depan hutan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Air Bersih, Sawah, dan Ladang Jagung

Salah satu kekhawatiran utama yang disampaikan Munawir berkaitan dengan ketersediaan air bersih.

Di tengah musim kemarau berkepanjangan, debit sejumlah sumber air disebut telah mengalami penurunan. Warga khawatir pembukaan hutan dan aktivitas pertambangan dalam skala luas dapat memperbesar tekanan terhadap sumber air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagikan: