Berita Utama

STEM ala Indonesia: “Science, Technology, Engineering, Meme”

Masuk era Orde Baru, Soeharto membangun sistem pembangunan dengan arahan Amerika Serikat dan sekutunya: IMF, Bank Dunia, dan lembaga donor lainnya. Mahasiswa Indonesia mulai dikirim belajar ke AS, Inggris, Australia, dan Belanda. Apa hasilnya? Banyak yang pulang membawa ilmu, tapi pemerintah tidak punya ruang menampungnya. Jurusan macam astrofisika, bioteknologi, atau teknik nuklir? Tidak ada kementerian yang peduli.

Akhirnya lulusan-lulusan cemerlang itu justru terserap di perusahaan asing atau sekadar jadi konsultan proyek. Sementara yang meroket di dalam negeri adalah ilmu “komisiologi”—seni mendapatkan komisi dari setiap proyek SDA. Inilah masa ketika jargon paling populer bukan STEM, melainkan “asal bapak senang” dan “bapak/ibu komisi.”

Sarjana Luar Negeri: Dari Beasiswa ke Buzzer

Apa yang dilakukan para sarjana jebolan kampus top dunia? Banyak yang akhirnya bekerja di perusahaan dengan saham mayoritas asing, atau sibuk rebutan jabatan komisaris BUMN. Bukan karena prestasi, tapi karena koneksi.

Bagikan: