BANGGAI POST, LUKTIM โ Sorotan terhadap proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, akhirnya dijawab pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai. Proyek bernilai lebih dari Rp3 miliar tersebut sebelumnya dikeluhkan warga karena air belum juga mengalir ke pemukiman, meski fisik pekerjaan diklaim rampung.
Kepala Dinas PUPR, Dewa Supatri Agama, mengonfirmasi bahwa proyek tersebut memang belum selesai sepenuhnya. Menurutnya, pekerjaan SPAM tersebut mencakup dua desa, yakni Uwedikan dan Honduhon.
ย โUntuk Honduhon sudah selesai dan air mengalir. Tapi untuk Uwedikan, pekerjaan tahun lalu hanya sampai pemasangan pipa induk. Tahun ini akan ada pekerjaan lanjutan,โ ujar Dewa, Rabu (16/7).
Dewa menyebutkan bahwa lanjutan proyek sudah dianggarkan tahun ini. โUntuk lebih rinci, silakan hubungi kepala bidangnya,โ tambahnya.
Terpisah, Kepala Bidang Air Minum, Pengelolaan Air Limbah, dan Persampahan (AMAL) Dinas PUPR Banggai, Christopel Satolom, menyatakan bahwa pekerjaan SPAM di Uwedikan memang belum menyentuh sambungan ke rumah-rumah warga karena keterbatasan anggaran.
โProyek itu belum selesai. Tahun lalu anggarannya hanya cukup untuk sampai di depan tambak udang. Tahun ini akan dilanjutkan, ada sekitar Rp700 jutaan untuk Uwedikan dan Rp400 jutaan untuk Honduhon,โ jelas Christopel.
