Nada sindiran juga terus bermunculan di media sosial. Beberapa komentar bahkan menyebut penjelasan tersebut terdengar janggal bagi kalangan teknis konstruksi. “Lucu juga alasannya akibat angin puting beliung, macam bukan orang teknis saja ini,” tulis akun lainnya.
Selain komentar kritis, media sosial juga dipenuhi meme dan candaan bernada satir. Mulai dari penggunaan gambar karakter kartun, emoji tertawa, hingga kalimat-kalimat sindiran yang menjadi viral di kolom komentar.
Ada pula warganet yang meminta aparat penegak hukum lebih fokus pada pengawasan dan penegakan hukum terhadap proyek pemerintah dibanding memberi penjelasan teknis terkait fenomena cuaca.
Sementara itu, Analis kebijakan publik, Nadjamuddin Mointang, menilai polemik tersebut seharusnya dijawab dengan keterbukaan data teknis dari lembaga yang memang memiliki kewenangan di bidang meteorologi dan cuaca.
Menurutnya, publik membutuhkan data BMKG saat terjadinya peristiwa yang disebut sebagai angin puting beliung sebagaimana dijadikan dasar oleh BPBD dalam memberikan keterangan kepada Kejari. “Data dukung teknis dari lembaga yang memiliki tugas pokok dan fungsi, dalam hal ini BMKG, itu yang diinginkan publik untuk dipublikasikan agar penjelasannya lebih obyektif dan tidak menimbulkan spekulasi,” ujar Nadjamuddin yang juga Evaluator Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI.
