Breaking News

Pengadaan Obat dan Alkes Polindes Samajaten Diduga Fiktif, Dokter Puskesmas Terlibat?

Status laporan dan tindak lanjutnya masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kejaksaan. Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh keterangan langsung dari pihak kejaksaan mengenai perkembangan laporan tersebut.

Kepala Desa Bantah Pengadaan Fiktif

Terpisah, Kepala Desa Samajaten, Amirudin Punjaga, membantah tudingan bahwa pengadaan obat dan alat kesehatan tersebut fiktif.

Ia menegaskan barang telah dibeli dan diserahterimakan kepada pihak medis di desa. Menurutnya, pengadaan tersebut dilengkapi dokumentasi pendukung serta laporan pertanggungjawaban.

“Informasi itu tidak benar. Pengadaannya riil dan barangnya sudah diserahterimakan kepada pihak medis di desa, lengkap dengan dokumentasi pendukung beserta laporan realisasinya,” kata Amirudin.

Ia juga menyatakan bukti pengadaan, nota pembelian, dan foto penyerahan barang tersedia dalam dokumen pertanggungjawaban desa.

“Semua buktinya lengkap di laporan realisasi, nanti segera saya kirimkan,” ujarnya.

Namun, hingga tenggat penyusunan berita ini, dokumen yang dijanjikan tersebut belum diterima redaksi. Karena itu, klaim mengenai pembelian dan penyerahan barang masih perlu diverifikasi melalui dokumen pendukung serta pemeriksaan fisik di lokasi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Poh, Abdul Kadir Katili, mengaku tidak mengetahui pelaksanaan pengadaan obat dan alat kesehatan di Polindes Samajaten. Polindes tersebut berada di wilayah pelayanan Puskesmas Poh.

Bagikan: