LUWUK, BANGGAIPOST.COM
Kabut asap masih menyelimuti Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (14/10/2026). Jarak pandang dilaporkan menurun hingga 4–5 kilometer akibat akumulasi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Syukuran Aminudin Amir Banggai, Daniel Tandi, menjelaskan bahwa penurunan jarak pandang tersebut terpantau melalui analisis citra satelit Himawari-9.
Dalam pernyataan resmi pada 14 Oktober 2026, Daniel menyebutkan bahwa sebelum 13 Oktober, jarak pandang di Kabupaten Banggai masih berfluktuasi pada kisaran 5–8 kilometer. Namun, berdasarkan citra satelit Himawari-9 pada 13 Oktober pukul 14.00 WITA, jarak pandang menurun menjadi sekitar 4–5 kilometer.
Penurunan tersebut dipicu tambahan sebaran asap dari wilayah Maluku. BMKG juga mendeteksi pergerakan asap dari Kabupaten Banggai Kepulauan yang mendekati wilayah Banggai. Dengan arah angin dari selatan, sebaran asap tersebut berpotensi meningkatkan kepekatan asap di daerah setempat.
Kualitas Udara Perlu Diwaspadai
Selain pemantauan BMKG, estimasi model satelit IQAir menunjukkan kualitas udara di Banggai pada Selasa malam (13/10) berada pada indeks AQI US 111, kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 diperkirakan mencapai 39,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
