BUALEMO, BANGGAIPOST.COM
Nelayan tradisional di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, mengeluhkan lalu lintas tongkang yang melintas di perairan tempat mereka mencari ikan. Wilayah Siuna, Pulau Tembang, dan Samaku disebut warga sebagai kawasan yang paling terdampak aktivitas lintasan kapal-kapal berukuran besar tersebut.
Keluhan itu disampaikan warga Bualemo kepada Banggai Post, Selasa (3/11/2026). Nelayan menilai lintasan tongkang belum memiliki kejelasan rute dan meminta TNI Angkatan Laut turun tangan melakukan pengawasan.
Mereka mengkhawatirkan aktivitas tongkang dapat mengganggu keselamatan perahu dan aktivitas penangkapan ikan, terutama ketika kapal melintas di sekitar wilayah tangkap dan lokasi pemasangan rumpon. Nelayan juga meminta kejelasan mengenai jalur pelayaran yang digunakan tongkang, termasuk mekanisme pengawasan dan keberadaan kapal pengawal di perairan tersebut.
Terpisah, aktivis Fadly Aktor alias Libero menyatakan dukungan terhadap keluhan nelayan Bualemo. Menurutnya, keselamatan masyarakat pesisir harus menjadi perhatian dalam setiap aktivitas pelayaran, termasuk pengangkutan material tambang menggunakan tongkang.
Ia berpandangan, aktivitas kapal berukuran besar tidak boleh mengabaikan kepentingan nelayan tradisional yang setiap hari bergantung pada ruang laut untuk mencari nafkah. Karena itu, permintaan agar TNI AL turun tangan melakukan pengawasan dinilai relevan untuk memastikan keamanan perairan.
