BANGGAIPOST.COM, LUWUK โ Kebijakan moratorium sementara pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai tidak sepenuhnya menjadi kabar buruk bagi daerah-daerah yang belum terjangkau secara optimal, termasuk Kabupaten Banggai Laut (Balut).
Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa penghentian sementara pembangunan dapur baru merupakan bagian dari penyesuaian anggaran nasional sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Menurut Nanik, fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan kualitas layanan, memperkuat tata kelola, serta membenahi dapur-dapur yang sudah beroperasi sebelum melakukan ekspansi lebih luas.
โYang kami utamakan sekarang adalah kualitas layanan dan efektivitas program. Perluasan tetap akan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas dan kesiapan daerah, terutama ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),โ ujar Nanik dalam konferensi pers baru-baru ini.
Kebijakan tersebut muncul di tengah efisiensi anggaran nasional yang membuat sejumlah rencana pembangunan dapur baru ditunda sambil menunggu hasil evaluasi. Namun bagi daerah 3T seperti Banggai Laut, moratorium justru dapat menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri agar masuk dalam gelombang ekspansi berikutnya dengan standar yang lebih baik.
