Di titik inilah demokrasi menemukan maknanya: bukan pada keseragaman pandangan moral, melainkan pada kemampuan negara memperlakukan setiap warga negara secara setara di hadapan hukum, sekaligus menuntut para pemimpinnya untuk konsisten menjalankan mandat yang telah mereka janjikan kepada publik.(*)
Luwuk, 14 Juli 2026
*Penulis adalah petani pisang.
