Berita Utama

Jejak Sang Dermawan yang Selalu Dikenang, Selamatkan Negara dari Keterpurukan

Alm.DR (HC).H. Murad Husain

Sebab yang dirupiahkan dinilai terlalu sedikit dibanding kemampuan mereka. โ€œBagi saya sebagai gerakan moral Getar cukup baik, tetapi dia tetap tidak akan mampu mendongkrak nilai rupiah. Sebab perburuan dolar masih tetap berlangsung dengan intensitas yang terus meningkat,โ€ujar Rizal Ramli mengomentari aksi itu.

Rizal tidak sendirian, Tonny A.Prasentiantono, staf pengajar Fak. Ekonomi UGM, punya pendapat senada. Baginya hasil gerakan ini masih belum signifikan. โ€œKalau seorang menteri menukarkan U$$ 1.000, berapa yang harus ditukarkan rakyatnya? Ujarnya retoris.

Menurut Tony gerakan ini baru efektif jika dolar yang dirupiahkan jumlahnya besar.โ€ Masa Cuma segitu sih yang mereka punya?โ€ tanya beberapa kalangan sinis.

Sebagian lagi malah mempertanyakan mengapa baru sekarang dirupiahkan. Mengapa tidak dari dulu-dulu sebelum harga dolar sampai diatas Rp.6 ribu/U$$?โ€ Oh tidak, Waktu kursnya masih Rp.4000/U$$ saya sudah tukarkan 1 Juta dolar di BDN Luwuk. Saya kan nasabahnya,โ€ bantah Murad Husain cepat ketika ditanyakan masalah itu.

Aksi tulus sang dermawan asal Kabupaten Banggai ini patut diakui, dan selalu dikenang, telah memberikan kontribusi kepada negara untuk bangkit dari keterpurukan. (*)

Bagikan: