Bayangkan saja, kalau ikan 100 ton setiap dua minggu dan sebulan, kita bisa memperoleh 200 ton. Coba ambil angka rata-rata dalam setiap bulan adalah 100 ton, dan jumlah ini tidak lagi dikirim dalam bentuk bahan mentah ke Pulau Jawa dan sekitarnya, melainkan diolah oleh pabrik pengalengan ikan dan jenis pengolahan lain di Balut. Bisa dibayangkan PAD Balut, sudah tentu akan naik secara signifikan.
Sebagaimana kita tahu bahwa dalam mengimplementasikan komitmen pembangunan daerah, uraian gagasan semacam ini perlu disampaikan secara komprehensif tetapi untuk proses eksekusinya, ini merupakan tanggung jawab pemerintah saat ini agar dapat merumuskan kawasan industri perikanan di Balut agar segera terwujud.
Pemda seyogyanya harus segera membuat peta investasi perikanan, karena potensi kita teridentifikasi pada sektor perikanan. Peta invetasi perikanan yang berisi segala potensi perikanan kita, karena para investor atau pengusaha besar akan melihat dari titik itu. Oleh karenanya, data itu dibuat oleh lembaga yang tunjuk oleh peraturan perundang-undangan, sehingga kredibilitas Pemerintah Daerah tetap terjaga dan terpercaya oleh investor.
