Berita Utama

Industrialisasi Bidang Perikanan; Solusi Maksimalkan Potensi Daerah

Hal itu memungkin, Lihat saja setiap trip kapal pada rens waktu tiap dua minggu. Ikan-ikan yang ditangkap oleh nelayan kita dikirim ke Daerah Papua, Surabaya, Makassar dan Ibu Kota Jakarta. Jumlahnya terbilang amat besar yakni 10-20 kontainer setiap pengiriman. Belum termasuk ikan yang dibawa langsung oleh kapal-kapal nelayan ke Kota Kendari, Morowali untuk suplai kebutuhan perusahaan pertambangan nikel terbesar di Sulawesi yakni PT.IMIP dan juga untuk Perusahaan minyak PT. Senero Donggi LNG di Batui Kabupaten Banggai.

Simpelnya, jika kita menghitung angka terkecil dalam 1 kontainer, kemudian dirata-ratakan isinya 10 ton x 10 kontainer setiap dua minggu, maka totalnya adalah 100 ton setiap minggu aktivitas pengiriman ikan dari Kabupaten Balut. Itu semua belum termasuk ikan yang langsung dibawa ke tempat-tempat lain yang tidak terdeteksi. Itu adalah angka yang terbilang fantastik untuk menggenjot PAD.

Bayangkan saja, kalau ikan 100 ton setiap dua minggu dan sebulan, kita bisa memperoleh 200 ton. Coba ambil angka rata-rata dalam setiap bulan adalah 100 ton, dan jumlah ini tidak lagi dikirim dalam bentuk bahan mentah ke Pulau Jawa dan sekitarnya, melainkan diolah oleh pabrik pengalengan ikan dan jenis pengolahan lain di Balut. Bisa dibayangkan PAD Balut, sudah tentu akan naik secara signifikan.

Bagikan: