Seorang petani di Desa Kayowa, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, memetik tongkol jagung saat panen. Hasil panen meningkat signifikan setelah menggunakan pupuk organik Bioferdom yang dikembangkan dari produk samping pengolahan gas di Central Processing Plant Matindok oleh Pertamina EP Donggi Matindok Field.
Bioferdom lahir dari dua sisi tantangan yang saling bertemu. Di satu sisi, petani menghadapi kelangkaan dan tingginya harga pupuk nonsubsidi, serta ketergantungan pada pupuk kimia yang perlahan menurunkan kualitas tanah dan produktivitas. Di sisi lain, kegiatan operasional perusahaan menghasilkan produk samping biosulfur yang berpotensi dimanfaatkan.
