Sorotan keras juga datang dari Ketua BPSK Banggai, Cian Lim, yang menilai penjelasan pihak Pertamina masih terlalu normatif dan belum menyentuh akar persoalan.
“Penjelasan yang disampaikan lebih kepada mekanisme, belum menyentuh substansi persoalan,” ujarnya.
Isu kelangkaan LPG sebelumnya juga menjadi perhatian anggota DPRD Sulawesi Tengah, Samiun L. Agi. Dia bahkan sudah lebih dulu mengingatkan pentingnya membongkar rantai distribusi LPG subsidi di Banggai.
Dalam pernyataan yang disampaikannya melalui media sosial beberapa waktu lalu, Samiun menilai langkah penyitaan tabung gas semata tidak akan menyelesaikan persoalan jika jalur distribusinya tidak ditelusuri sampai ke sumber awal.
“Penyitaan saja bukan solusi. Harus ditelusuri dari mana gas itu berasal hingga ke sumber pertama, supaya jelas alurnya,” tulis Samiun saat itu.
Pernyataan tersebut kini kembali menjadi relevan setelah pemerintah daerah sendiri mulai mengungkap adanya dugaan distribusi yang bermasalah di lapangan.
Samiun juga sejak awal menyoroti pentingnya pengawasan kuota distribusi serta jalur penyaluran LPG subsidi agar tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk penjualan liar maupun permainan harga.
