BANGGAIPOST.COM, JAKARTA — Persoalan pemborosan anggaran di lingkungan pemerintah daerah kembali menjadi perhatian publik. Mantan Bupati Nias Selatan periode 2011–2016, Idealisman Dachi, secara terbuka menyinggung praktik inefisiensi birokrasi yang menurutnya masih jamak terjadi di berbagai daerah.
Hal itu disampaikannya dalam podcast Retorika Show yang tayang pada Mei 2026.
Dalam perbincangan tersebut, Idealisman mengungkap pengalaman yang menurutnya cukup menggambarkan cara anggaran negara kerap habis untuk hal-hal yang tidak efisien.
Ia mencontohkan sebuah kegiatan survei yang menelan biaya hingga Rp72 juta. Padahal, pada waktu itu harga satu unit sepeda motor standar hanya sekitar Rp18 juta.
“Dengan Rp72 juta itu sebenarnya sudah bisa beli empat motor,” ujarnya.
Pernyataan itu sontak menjadi sorotan karena dianggap merepresentasikan kondisi belanja pemerintahan yang sering kali tidak masuk akal jika dibandingkan kebutuhan riil di lapangan.
Menurut Idealisman, membengkaknya biaya kegiatan biasanya dipicu banyak faktor. Mulai dari mekanisme pengadaan yang panjang, biaya perjalanan dinas berulang, penggunaan pihak ketiga atau vendor, hingga adanya pos-pos pengeluaran yang tidak transparan.
Ia juga menyinggung kebiasaan survei atau koordinasi yang dilakukan berkali-kali ke luar daerah tanpa hasil yang benar-benar signifikan.
