Berita Utama

AS dan Iran Sepakat Akhiri Konflik, Israel Khawatir, Harga Minyak Langsung Turun

Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi turut membenarkan bahwa teks nota kesepahaman antara kedua negara telah difinalisasi. Dikutip dari DW, Gharibabadi menyebut dokumen resmi kesepakatan itu akan ditandatangani pada Jumat, 19 Juni 2026.

Meski disambut positif oleh banyak negara, reaksi berbeda datang dari Israel. Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan memandang kesepakatan tersebut dengan penuh kehati-hatian dan kekhawatiran.

Seperti dilansir The Soufan Center, Israel disebut meningkatkan tekanan terhadap Hamas dan Hizbullah menjelang tercapainya kerangka kesepakatan AS-Iran.

Sementara itu, negara-negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia menyebut terobosan diplomatik ini sebagai langkah penting menuju perdamaian kawasan.

Euronews menulis: “Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menilai kesepakatan tersebut sebagai perkembangan signifikan untuk mengakhiri perang sekaligus menjaga Selat Hormuz tetap terbuka demi stabilitas perdagangan global.”

Dampaknya langsung terasa di pasar energi dunia. Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak mentah global diperkirakan kembali beroperasi normal setelah proses pembersihan ranjau laut.

Bagikan: