Limbah Ore Diduga Cemari Sawah Petani Siuna, Padi Terancam Gagal Panen


“Ini gara-gara tambang. Kalau begini terus petani bisa susah. Padi bisa gagal panen,” ujar Komang dalam video yang beredar


BANGGAIPOST, PAGIMANA — Aktivitas pertambangan di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, kembali menuai sorotan. Kali ini, limbah ore diduga masuk dan mencemari area persawahan milik kelompok tani hingga mengancam tanaman padi warga gagal panen.

Sebuah video yang beredar memperlihatkan kondisi sawah dipenuhi lumpur berwarna kecoklatan. Air irigasi yang sebelumnya jernih kini berubah keruh diduga akibat material limbah tambang yang masuk ke lahan pertanian warga.

Ketua Kelompok Tani, Komang Merta, mengaku kecewa melihat kondisi sawah seluas sekitar 10 hektare milik kelompoknya yang terancam rusak. Tanaman padi yang baru berusia sekitar 1,5 bulan disebut mulai terdampak akibat genangan lumpur limbah ore.

“Ini gara-gara tambang. Kalau begini terus petani bisa susah. Padi bisa gagal panen,” ujar Komang dalam video yang beredar.

Tak hanya mengancam tanaman padi, limbah yang masuk ke saluran irigasi juga dikhawatirkan berdampak terhadap keberlangsungan pertanian masyarakat di wilayah tersebut. Dalam rekaman video, terlihat air irigasi berubah warna menjadi kecoklatan dan dipenuhi lumpur.

“Bagaimana petani mau sejahtera kalau air irigasi sudah bercampur limbah. Semua air sudah kotor,” keluhnya.

Komang menegaskan pihaknya akan meminta pertanggungjawaban perusahaan atas dugaan pencemaran yang dinilai merusak lahan pertanian milik kelompok tani mereka.

Peristiwa ini memicu perhatian warga sekitar. Pemerintah daerah diminta segera turun melakukan pengecekan lapangan dan memastikan sumber pencemaran, sebelum kerusakan sawah petani semakin meluas dan merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.(Alin)