Mentan Amran: Satgas Pangan Jangan Ganggu Pedagang Kecil, Sasar Distributor Nakal


“Hanya distributor besar dan produsen yang bermasalah. Itu yang harus diperiksa,”


BANGGAIPOST.COM, Surabaya — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa operasi Satgas Pangan tidak boleh menyasar pedagang kecil maupun penjual eceran. Penindakan, kata dia, harus difokuskan kepada produsen dan distributor besar yang terbukti melakukan penimbunan serta spekulasi pangan.

Pernyataan tegas itu disampaikan Amran saat melakukan kunjungan kerja sekaligus inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Sewa Bulog Romokalisari, Komplek Pergudangan Bumi Maspion, Gresik, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Di hadapan jajaran Satgas Pangan, Direksi Bulog, dan para pemangku kepentingan sektor pangan, Amran menyebut arahan Presiden sangat jelas agar masyarakat kecil tidak menjadi sasaran operasi.

“Tolong Satgas, perintah Bapak Presiden, yang jual eceran jangan diganggu,” tegas Amran.

Menurutnya, pemerintah hanya akan bertindak terhadap pihak-pihak besar yang memainkan distribusi dan harga pangan sehingga merugikan masyarakat luas. Ia bahkan meminta aparat segera memeriksa distributor-distributor besar yang diduga melakukan praktik penimbunan.

“Hanya distributor besar dan produsen yang bermasalah. Itu yang harus diperiksa,” ujarnya.

Dalam sidak tersebut, Amran mengaku sengaja turun langsung ke gudang untuk memastikan distribusi pangan berjalan normal. Ia juga meminta Satgas mengecek sejumlah distributor di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Tak hanya itu, Mentan juga menyoroti pentingnya transparansi publik dalam pengawasan sektor pangan. Ia meminta media massa maupun netizen ikut mengawal dan memberitakan jika menemukan dugaan permainan distribusi.

“Aku sore tunggu beritanya,” kata Amran di depan awak media.

Ia menilai di era media sosial saat ini, praktik-praktik penimbunan lebih mudah terungkap dibanding masa lalu.

“Sekarang tidak ada lagi zaman tertutup. Semua bisa ketahuan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Amran menegaskan pemerintah tidak akan memberikan kompromi terhadap pelaku spekulasi dan korupsi pangan. Ia mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 76 tersangka yang diproses dalam kasus serupa.

“No compromise,” tandasnya.

Amran juga menyinggung keberhasilan pemerintah saat menindak spekulasi minyak goreng beberapa waktu lalu sebagai bukti bahwa negara serius menjaga stabilitas pangan nasional.

Pemerintah, lanjutnya, saat ini tengah berupaya menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan di tengah kondisi stok nasional yang disebut dalam posisi surplus. Karena itu, pengawasan distribusi menjadi fokus utama agar masyarakat tidak dirugikan oleh permainan pelaku besar.

Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, ikut mengawal distribusi pangan agar tetap sehat dan berpihak kepada rakyat kecil.(Alin)