Viral Penolakan Pasien Melahirkan, Puskesmas Simpong Tegaskan sudah Sesuai SOP


BANGGAIPOST, LUWUK – Dugaan pelayanan buruk di Puskesmas Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Seorang warga bernama Armin mengaku mendapatkan perlakuan tidak layak saat mengantar istrinya yang hendak melahirkan, Jumat (27/3/2026).

Dalam keterangannya, Armin menyebut istrinya yang sudah mengalami pecah air ketuban dan merasakan kontraksi justru diminta pulang oleh petugas jaga karena dinilai masih pembukaan satu. Bahkan, saat kembali beberapa jam kemudian dengan kondisi lebih parah disertai darah, ia mengaku kembali diminta pulang dengan alasan yang sama.

Armin juga menyoroti sikap petugas yang dinilai kurang empatik, termasuk pernyataan yang dianggap tidak pantas kepada pasien. Ia menyebut, setelah meninggalkan Puskesmas Simpong, istrinya langsung dibawa ke Puskesmas Kampung Baru dan dinyatakan sudah pembukaan lima, hingga akhirnya melahirkan normal sekitar pukul 19.05 WITA dalam kondisi ibu dan bayi selamat.

“Pelayanannya sangat berbeda. Di tempat kedua langsung ditangani serius,” ungkapnya.

Ia pun mendesak pemerintah daerah untuk mengevaluasi bahkan mencopot pimpinan Puskesmas Simpong serta petugas yang terlibat.

Klarifikasi Puskesmas

Menanggapi hal tersebut, pihak Puskesmas Simpong melalui akun official di facebook memberikan klarifikasi resmi. Mereka menyatakan bahwa petugas yang berjaga saat kejadian telah dimintai keterangan dan telah menjelaskan kronologi pelayanan yang diberikan.

Dalam pernyataannya, pihak Puskesmas menegaskan bahwa pelayanan kepada pasien telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan masukan dari masyarakat terkait pelayanan yang kami berikan. Apabila dalam pelayanan masih terdapat kekurangan, kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan,” tulis pihak Puskesmas Simpong.

Mereka juga menyadari bahwa pengalaman pelayanan dapat dirasakan berbeda oleh setiap individu, sehingga membuka ruang terhadap kritik dan saran sebagai bahan evaluasi ke depan.

“Komitmen kami adalah terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat,” lanjut pernyataan tersebut.

Sorotan Publik

Kasus ini memicu perbincangan luas di tengah masyarakat, khususnya terkait standar pelayanan kesehatan di fasilitas publik. Perbedaan versi antara pasien dan pihak Puskesmas menjadi perhatian yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait guna memastikan kualitas layanan kesehatan tetap terjaga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai terkait langkah lanjutan atas polemik tersebut.

(Alin)