Dua tahun berselang, pada November 2025, pembangunan jembatan kembali diberitakan telah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Namun hingga kini, anak-anak Masungkang masih harus mencari jalur alternatif dan menyeberangi sungai untuk bisa sampai ke sekolah.
Hingga Selasa (2/6/2026), video tersebut terus mendapat perhatian warganet dan kembali memunculkan pertanyaan yang sama: sampai kapan anak-anak Masungkang harus mempertaruhkan keselamatan mereka demi mendapatkan hak atas pendidikan, sementara jembatan yang dijanjikan sejak 2023 belum juga terwujud. (Sri/Rdk)
