Video tersebut sekaligus memperlihatkan dampak nyata terganggunya akses penghubung di wilayah Masungkang. Persoalannya tidak lagi sekadar menyangkut infrastruktur yang rusak, tetapi telah berdampak langsung pada hak anak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan layak.
Kondisi ini juga kembali mengingatkan publik pada persoalan lama yang belum terselesaikan, yakni belum tersedianya akses penghubung yang memadai bagi warga Masungkang.
Selama bertahun-tahun, anak-anak di wilayah itu harus berhadapan dengan ancaman banjir dan arus sungai hanya untuk berangkat ke sekolah. Setiap musim hujan, persoalan yang sama kembali terulang.
Di tengah situasi tersebut, semangat para siswa untuk tetap mengikuti ujian patut diapresiasi. Namun semangat saja tidak cukup. Keselamatan anak-anak seharusnya tidak bergantung pada keberanian mereka menyeberangi sungai.
Video yang beredar hari ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan tersebut sesungguhnya sudah lama diketahui pemerintah. Pada September 2023, dalam laporan Kompas TV, Pemkab Banggai melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Muhlis Pampawa menyatakan pembangunan jembatan penghubung Masungkang–Batui 5 akan segera dianggarkan. Bahkan Dinas PUPR disebut telah diminta melakukan survei lokasi.
