Ia menyebut langkah tersebut sebagai terobosan yang patut dicontoh oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Banggai.
“Kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada SMA Negeri 1 Toili. Sepanjang yang kami ketahui, ini merupakan pertama kalinya ada sekolah di Kabupaten Banggai yang menjadikan jurnalistik sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler secara khusus. Ini langkah yang sangat positif dan visioner,” kata Abdul Saleh.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik tidak hanya dibutuhkan bagi mereka yang bercita-cita menjadi wartawan, tetapi juga menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran berita palsu di media sosial.
Ekstrakurikuler jurnalistik dinilai semakin relevan dengan arah perkembangan pendidikan saat ini. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Seluruh aspek tersebut memiliki keterkaitan erat dengan praktik jurnalistik.
Melalui kegiatan jurnalistik, siswa belajar melakukan riset sederhana, memverifikasi informasi, menyusun data, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta memahami pentingnya etika dalam menyebarkan informasi.
