Karena itu, pemerintah mulai mengarah pada sistem seleksi yang lebih berkelanjutan dan tidak lagi terpusat pada satu momentum tahunan.
Selain jadwal fleksibel, pemerintah juga mewacanakan model remedial parsial. Peserta yang gagal di salah satu subtes SKD nantinya cukup mengulang bagian yang belum memenuhi passing grade tanpa harus mengulang seluruh tes.
Skema ini dinilai memberi peluang lebih besar bagi pelamar, terutama lulusan baru atau fresh graduate yang ingin terus mencoba berbagai formasi ASN.
Sejumlah media juga menyebut pemerintah tengah menyiapkan konsep “Smart Select” untuk mendukung pola rekrutmen baru tersebut.
Meski demikian, hingga Mei 2026 pemerintah belum mengeluarkan regulasi final terkait penerapan penuh sistem tersebut. Seluruh mekanisme masih berada pada tahap pembahasan dan kajian teknis.
Masyarakat diimbau tetap mengacu pada informasi resmi pemerintah melalui bkn.go.id dan sscasn.bkn.go.id untuk menghindari informasi menyesatkan yang banyak beredar di media sosial.(Rdk/Alin)
