Heritage

Rumah Kapitan Soho Luwuk: Jejak Kolonial dan Sejarah yang Belum Tuntas

Salah satu situs bersejarah di Kabupaten Banggai. Kini menjadi museum daerah. (Foto: Dok. Museum Daerah Kab. Banggai)

Status dan fungsi museum juga membawa kebutuhan pelestarian yang lebih luas. Selain perawatan fisik, dokumentasi mengenai perubahan bentuk, perbaikan bangunan, riwayat penggunaan ruang, dan koleksi yang pernah ditempatkan di dalamnya perlu dihimpun secara sistematis.

Dokumentasi tersebut dapat membantu membedakan sejarah bangunan dari sejarah museum sebagai lembaga, sekaligus memperkaya informasi yang disampaikan kepada pengunjung.

Sejumlah pertanyaan mendasar masih terbuka. Apakah bangunan ini didirikan pada 1926 atau 1935? Siapa penghuni pertamanya? Apakah gedung sejak awal berfungsi sebagai pesanggrahan, atau pernah menjadi kediaman Raja Banggai? Siapa Kapten Paulisen yang disebut dalam sumber lokal? Kapan bangunan beralih menjadi fasilitas kesehatan militer?

Sumber yang ditelusuri belum memberikan jawaban yang tuntas. Penelusuran lanjutan perlu membandingkan dokumen penetapan cagar budaya beserta formulir inventarisasi, arsip pemerintahan kolonial, daftar pejabat onderafdeling, dokumen kepemilikan atau serah terima bangunan, serta arsip Kodim dan dinas kesehatan.

Bagikan: