Berita Utama

PT BEU Habiskan Rp2,37 Miliar untuk Gaji Direksi dan Karyawan, Capai 70 Persen Beban Operasional

Nadjamuddin juga menilai perkembangan proyek strategis Participating Interest (PI) 10 persen Senoro-Toili perlu disampaikan secara berkala kepada publik. Pasalnya, PI merupakan bisnis utama yang diharapkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi perusahaan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau PI baru diproyeksikan menghasilkan pada 2027 atau 2028, maka selama masa transisi ini justru efisiensi biaya operasional menjadi sangat penting agar perusahaan tidak bergantung pada pendapatan yang bersifat insidental,” ujarnya.

Ia menambahkan, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diperoleh PT BEU memang menunjukkan laporan keuangan telah disusun secara wajar sesuai standar akuntansi. Namun opini tersebut tidak secara otomatis menjadi ukuran bahwa perusahaan telah bekerja secara efisien atau berhasil mencapai target bisnis.

“WTP berbicara mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan mengukur efisiensi maupun keberhasilan mencapai target Rencana Bisnis Perusahaan,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Banggai Energi Utama, Achmad Zaidy, seperti dikutip sejumlah media menyatakan perusahaan telah memperoleh opini WTP dan berhasil membukukan laba pada tahun buku 2025. Dalam RUPS, perusahaan juga memutuskan membagikan dividen sekitar Rp171,9 juta kepada Pemerintah Kabupaten Banggai, sementara saldo kas perusahaan dilaporkan mencapai sekitar Rp5,5 miliar, sehingga penyertaan modal daerah sebesar Rp3,8 miliar yang sebelumnya direncanakan tidak lagi digunakan.

Bagikan: