Berita Utama

Pencurian Buah Sawit di Baturube Kian Brutal, Petani Resah, Minta Polisi Bertindak

Foto: Ilustrasi/Net

“Kurang lebih ada lima hektar yang dicuri. Sudah seringkali pak, tidak terhitung. Pokoknya rawan pencurian sejak ada pabrik di Mamosalato,” kata Arimin, kepada media ini.

Tingginya aksi pencurian, membuat Arimin resah. Bahkan ia tak bisa menghitung, berapa kali pencurian itu terjadi.

“Pokoknya setiap mau panen, pasti ada saja kehilangan. Kalau mau bicara kerugian, kalau cuma Rp2 juta ada setiap kejadian,” cetus Arimin.

Sebagai korban, Arimin tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk melapor ke pihak kepolisian. Hanya saja, tidak ada kejelasan.

“Saya melapor sampai di Polsek Bungku Utara, Baturube. Cuma sampai di situ saja (tidak ada kejelasan). Begitu pulang, tidak ada lagi panggilan berikutnya. Jadi saya melapor, di BAP, dan ada saksi dengan bukti kuat. Cuma mungkin sampai di situ saja,” tutur Arimin, menceritakan.

Ironisnya lagi kata Arimin, terduga pelaku pencurian begitu bebas dan terus beraksi yang membuat para petani resah.

“Ini pencurinya khusus Desa Pandauke, sudah ditahu orangnya. Cuma kita ini belum ada bukti yang kuat, karena (pelaku) belum tertangkap basah,” cetusnya lagi.

Ia berharap kepada kepolisian untuk mengambil langkah tegas kepada para pelaku pencurian sawit, jika perlu ditembak mati.

Bagikan: