BANGGAIPOST, LUWUK โ Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengklaim capaian cakupan jaminan kesehatan masyarakat terus mengalami peningkatan dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data pemerintah daerah, cakupan jaminan kesehatan di Sulawesi Tengah naik dari 56,99 persen pada tahun 2015 menjadi 83,12 persen pada tahun 2025.
Kenaikan sebesar 26,13 persen tersebut dinilai sebagai indikator semakin luasnya akses masyarakat terhadap perlindungan layanan kesehatan, baik melalui program BPJS Kesehatan maupun skema jaminan kesehatan daerah.
Dikutip dari akun facebook resminya, Pemerintah Provinsi Sultengย menyebut peningkatan ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah terpencil.
Namun di tengah klaim peningkatan cakupan tersebut, kualitas pelayanan kesehatan di lapangan masih menjadi sorotan masyarakat, khususnya di Kabupaten Banggai.
Sejumlah keluhan warga masih berkutat pada persoalan klasik, mulai dari keterbatasan fasilitas kesehatan, minimnya peralatan medis, hingga pelayanan tenaga kesehatan yang dinilai belum maksimal.
Di beberapa puskesmas, masyarakat mengaku masih menghadapi kondisi ruang pelayanan yang terbatas serta fasilitas penunjang yang belum memadai. Sementara di rumah sakit rujukan, antrean panjang dan keterbatasan dokter spesialis masih menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan pasien.
