PAD Bocor, DPRD Banggai Laut Minta Evaluasi OPD

Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan DPRD Banggai Laut, untuk meminimalisir kebocoran PAD di sejumlah OPD.[Foto:Istimewa]

BANGGAI POST, BALUT- Guna meminimalisir bocornya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Anggota DPRD Banggai Laut melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di dua tempat.

Lokasi pertama di Pasar Baru dan Kedua di Pelabuhan Rakyat Banggai Laut, dimana terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sementara, Selasa (15/08).

Monev yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua (Waket) I DPRD Banggai Laut Patwan Kuba dan eberapa anggota DPRD antra lain, H. Alaudin H. Ilyas, Laongke, Lahami, Mursalam, Ardianto Agus Salim serta ODP terkait Dinas Koperindag, Badan Pendapatan Daerah dan Dinas Perhubungan.

Dikesempatan itu, DPRD menyoroti kerja dinas Perikanan yang hingga saat ini masih belum memaksimalkan PAD di sektor tersebut.

“Kita perlu tata kembali potensi yang bisa menjadi pemasukan daerah, masa kita dikenal daerah penghasil ikan namun kenyataan hasilnya berbanding terbalik,” jelas Wakil Ketua I DPRD Patwan Kuba.

“Semestinya hari ini ada orang Dinas Perikanan,” tambahnya.

Selain retribusi perikanan di pelabuhan, DPRD minta Dinas Koperindag agar menertibkan pedagang di area Pasar Baru yang hingga saat ini masih belum dimaksimalkan proses pembagian stan penjualan.

“Pedagang yang berada di kawasan saat masuk sebelah kiri, itu kan tidak ba setor retribusi, nah ini perlu diatur, biar ada keadilan dengan pedagang yang di dalam,” ujarnya.

Tak hanya menyoroti kerja Dinas Perikanan yang melempem memacu PAD, lembaga legislatif berecana bakal Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah Dinas yang bisa memaksimalkan PAD.

“Banggai Laut kemarin saat LKPD 2022 di Provinsi di cecar soal PAD yang tidak mencapai target, nah ini perlu perhatian Dinas teknisnya,” ucapnya. (IK)