Pertama, Gerakan Banggai membangun sebagai model pembangunan ekonomi yang digerakkan oleh masyarakat (People Driven). SDM dan modal sosial (Kelembagaan,budaya, norma, kearifan lokal) dipandang sebagai modal pembangunan. Inilah model pendekatan baru pembangunan ekonomi, untuk mengganti model pembangunan ekonomi yang selama ini cenderung menempatkan modal alam, kapital, teknologi dan managemen sebagai penggerak ekonomi, sedangkan modal sosial dan SDM hanya diperlakukan sebagai faktor produksi, bahkan seringkali diabaikan.
Melalui pendekatan tersebut, kegiatan ekonomi akan lebih akomodatif terhadap keragaman kualitas SDM. Kegiatan ekonomi dilakukan langsung oleh masyarakat, seperti usaha keluarga, usaha kelompok, Usaha Kecil menengah (UKM) dan Lembaga Keuangan Mikro dalam konteks perusahaan masyarakat (Community Corporate).
Kedua, Gerakan Banggai membangun dapat dimaknai pembagunan yang harmoni. Potensi kekuatan dan peran antara masyarakat, Pemerintah Daerah dan dunia usaha adalah orkesra pembangunan yang saling menguntungkan (Win-win Condition) dan bukan saling menyingkirkan (Win-Loss) dalam mengejar kemajuan ekonomi. Jika hal ini diterapkan maka akan terwujud perekonomian yang saling tergantung, bukan ekonomi yang berjalan sendiri-sendiri (Independency Economy)
