Berita Utama

Lari dari Pijat Refleksi?

Secara fisiologis, lari rutin memberikan beberapa perubahan penting:
Pertama, sirkulasi darah meningkat dan stabil.
Lari membuat jantung bekerja lebih efisien. Pembuluh darah kecil di kaki dan betis terbuka lebih banyak (vasodilatasi), sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Salah satu tujuan utama pijat refleksi adalah melancarkan sirkulasi. Dengan lari, tubuh secara alamiah sudah melakukannya secara mandiri.

Kedua, otot kaki lebih elastis dan tidak mudah tegang. Gerakan repetitif saat berlari membuat otot betis, telapak kaki, dan otot-otot penyangga tungkai mengalami adaptasi. Tegangan yang dulu membuat pijatan terasa enak, kini sudah tidak terjadi. Dengan kata lain: tidak ada “ketegangan” besar yang perlu dirilis lagi.

Ketiga, peningkatan produksi endorfin alami.
Lari memicu pelepasan endorfin dan serotonin, dua hormon yang memberi sensasi nyaman dan rileks. Efek ini sering disebut runner’s high. Jika dulu kenyamanan itu harus dicari lewat pijatan, kini tubuh mendapatkannya setiap kali kita menutup sesi lari.

Bagikan: