Berita Utama

Kisah Seorang Pengusaha dari Luwuk yang Menukar Tiga Juta Dolar untuk Indonesia

Oleh: Jafar Bua

Nilai tukar rupiah kembali menjadi bahan percakapan. Setiap kali dolar Amerika Serikat menguat, kekhawatiran lama seakan muncul kembali. Pelaku usaha menghitung ulang biaya produksi. Masyarakat mencermati harga kebutuhan pokok. Di media sosial, perdebatan tentang ekonomi dan kebijakan pemerintah kembali menghangat.

Di tengah situasi seperti itu, ingatan melayang hampir tiga dekade ke belakang, ke masa ketika Indonesia menghadapi krisis yang jauh lebih dahsyat daripada hari ini.

Tahun 1998.

Saat itu, krisis moneter mengguncang fondasi ekonomi nasional. Rupiah yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.300 per dollar AS terjun bebas hingga berkali-kali lipat. Perusahaan bangkrut. Bank-bank runtuh. Harga kebutuhan melonjak. Jutaan orang kehilangan pekerjaan. Kepercayaan terhadap masa depan nyaris lenyap.

Pada masa itulah, dari sebuah kota kecil di ujung timur Sulawesi Tengah, muncul sebuah tindakan yang hingga kini layak dikenang sebagai pelajaran tentang nasionalisme yang diwujudkan dalam perbuatan.

Pelakunya bukan pejabat negara. Bukan pula tokoh yang setiap hari muncul di layar televisi nasional.

Bagikan: