Tapi, poros tengah tidak akan lahir hanya karena adanya figur atau partai. Ia membutuhkan narasi yang kuat. Pengamat menilai Demokrat perlu tampil dengan gagasan pembangunan yang berbeda dari sekadar pertarungan figur. Isu hilirisasi gas, pengembangan industri perikanan, investasi, ekonomi pesisir, penguatan UMKM, hingga kemandirian fiskal daerah dapat menjadi tema besar yang ditawarkan kepada publik. Narasi inilah yang berpotensi menarik kelompok masyarakat yang selama ini tidak sepenuhnya berada dalam dua kutub politik utama.
Menyiapkan Figur Sejak Dini
Jika poros tengah benar-benar ingin dibangun, maka Demokrat juga harus mulai menyiapkan figur calon bupati jauh sebelum tahapan Pilkada dimulai.
Figur tersebut tidak harus berasal dari elite lama. Justru peluang lebih besar bisa datang dari kalangan profesional, birokrat, akademisi, pengusaha, maupun tokoh masyarakat yang memiliki rekam jejak baik dan relatif tidak terikat dengan dua kutub politik besar yang ada saat ini. Peran Anwar Hafidz dalam konteks ini adalah sebagai penggerak dan mentor politik yang menyiapkan lahirnya figur tersebut.
