BANGGAIPOST, LUWUK – Tokoh pemuda Luwuk Timur yang juga aktivis mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Fikri Palawa, menyoroti kondisi jalan berlubang dan dalam di Kecamatan Luwuk Timur yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Kerusakan jalan tersebut tepatnya berada di wilayah Dusun MPP. Lubang-lubang besar yang menganga di badan jalan kini menjadi ancaman nyata bagi para pengendara. Selain menghambat aktivitas masyarakat, kondisi itu juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas yang bisa berujung pada korban jiwa.
Saat musim hujan, situasi menjadi semakin berbahaya. Genangan air yang menutupi permukaan jalan membuat kedalaman lubang tidak terlihat, sehingga pengendara kerap tidak sempat mengantisipasi bahaya di depan mereka. Banyak pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan nyaris terjatuh akibat rusaknya badan jalan. Risiko ini semakin besar pada malam hari ketika kondisi penerangan sangat minim.
Fikri menilai, kerusakan jalan tersebut bukanlah persoalan baru. Menurutnya, kondisi jalan berlubang telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan yang serius dari pihak terkait, padahal jalur tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat setempat.
“Jika kondisi ini terus dibiarkan, akan muncul kesan bahwa keselamatan masyarakat tidak menjadi prioritas. Lubang yang semakin dalam di badan jalan seolah menjadi simbol dari harapan rakyat yang juga semakin dalam, namun tak kunjung mendapat perhatian,” tegas Fikri.
Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Banggai untuk segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, perbaikan jalan tersebut tidak bisa lagi ditunda mengingat potensi kecelakaan yang terus mengintai pengguna jalan setiap hari.
“Rakyat hanya ingin jalan yang layak. Setiap hari masyarakat melewati jalan yang penuh lubang dengan rasa khawatir akan keselamatan mereka,” ujar Fikri Palawa.
Fikri juga mengingatkan, jika kerusakan tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan, yang rusak bukan hanya infrastruktur jalan, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi hak dasar warganya.
“Jalan berlubang bukan sekadar kerusakan fisik. Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Kerusakan yang terus dibiarkan berlarut-larut mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan rakyat,” pungkasnya.(Alin)












