Catatan Parlin Yusuf | Banggaipost.com
Membangun destinasi wisata desa bukan perkara mudah. Dibutuhkan gagasan, keberanian mengambil keputusan, dukungan anggaran, serta kerja sama banyak pihak. Namun, tantangan yang sesungguhnya bukanlah saat membangun, melainkan menjaga agar inovasi itu tetap hidup, berkembang, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat.
Pantai Wisata Louk Sehati di Desa Louk, Kecamatan Luwuk Timur, menjadi potret nyata bagaimana sebuah inovasi dapat kehilangan arah ketika keberlanjutan tidak lagi menjadi prioritas. Gerbang kawasan wisata masih berdiri kokoh sebagai penanda bahwa tempat ini pernah dipersiapkan menjadi salah satu ikon wisata desa. Namun, pemandangan di baliknya justru menyisakan ironi. Rumput liar menjulang tinggi, semak belukar menutupi sebagian kawasan, sementara berbagai fasilitas yang pernah dibangun tampak rusak dan tak lagi terurus.
Data yang diperoleh Banggaipost menunjukkan, Pantai Wisata Louk Sehati pernah beroperasi dan menjadi kebanggaan Desa Louk dalam mengembangkan potensi wisata pesisir. Namun, masa hidupnya tidak berlangsung lama. Setelah terjadi pergantian kepala desa, pengelolaan kawasan tersebut perlahan terhenti. Fasilitas yang dibangun dengan anggaran publik akhirnya terbengkalai, mengalami kerusakan, bahkan sebagian sudah tidak lagi dapat dimanfaatkan.
