Di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, kepanikan sempat terjadi. Warga berhamburan keluar rumah, perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas kesehatan untuk menyelamatkan diri. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan plafon bangunan berjatuhan, dinding retak, hingga proses evakuasi pasien dari rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Tim BPBD bersama instansi terkait masih melakukan asesmen lapangan untuk mendata dampak kerusakan maupun kemungkinan adanya korban terdampak.
Beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Terdapat pula laporan awal mengenai retakan pada sejumlah ruas jalan. Namun, pemerintah meminta masyarakat tidak berspekulasi terhadap informasi yang belum dikonfirmasi secara resmi.
Trauma kolektif masyarakat Sulawesi Tengah terhadap bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018 juga menjadi faktor yang membuat kepanikan cepat meluas. Karena itu, pemerintah menilai ketenangan publik menjadi kunci agar proses penanganan darurat dapat berjalan efektif.
Imbauan Gubernur sejalan dengan arahan BMKG yang meminta masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, serta menghindari penyebaran hoaks yang dapat memperburuk situasi.
