Berita Utama

STEM ala Indonesia: “Science, Technology, Engineering, Meme”

Korea Utara misalnya, walau miskin, unggul dalam nuklir dan teknologi kesehatan. Mahasiswa Indonesia di era itu ada yang belajar teknik perkeretaapian Soviet, rekayasa nuklir, hingga kedokteran tropis berbasis sistem komunal Tiongkok. Ilmu yang kala itu mustahil ditemukan di universitas Barat karena dianggap “tidak sesuai selera kapitalisme.” Tapi, semua itu berakhir tragis: mereka dibantai, dipenjara, atau tak bisa pulang. Sejarah Indonesia kehilangan generasi emas ilmu pengetahuan.

1965: Ilmu yang Hilang dan Generasi yang Terkorbankan

Tragedi politik 1965 bukan hanya soal perebutan kuasa, tapi juga pemangkasan brutal terhadap potensi akademik bangsa. Ribuan intelektual yang dianggap “kiri” lenyap begitu saja. Banyak mahasiswa Indonesia di luar negeri menjadi eksil, tak bisa kembali karena khawatir ditangkap. Mereka hidup di pengasingan, dari Praha, Moskow, hingga Beijing. Pertanyaannya: seandainya mereka pulang dan berkarya, apakah Indonesia hari ini bisa menyalip Tiongkok? Pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban.

Orde Baru dan Lahirnya Ilmu “Komisiologi”

Bagikan: